**Goes ace tea**
Belajar Buat Blog
Belajar Menulis
Belajar Mendiari Hati
   

<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, April 22, 2005
KOLOM IDEOLOGI

DAULAH KHILAFAH ISLAMIYAH

(bagian 1 -Hukum mendirikan Daulah Khilafah)

 

 

Secara ringkas, Imam Taqiyyuddin An Nabhani mendefinisikan Daulah Khilafah sebagai kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum Syariat Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia (Imam Taqiyyuddin An Nabhani, Nizhamul Hukmi fil Islam, hal. 17).  Dari definisi ini, jelas bahwa Daulah Khilafah adalah hanya satu untuk seluruh dunia.  Karena nash-nash syara’ (nushush syar’iyah) memang menunjukkan kewajiban umat Islam untuk bersatu dalam satu institusi negara. Sebaliknya haram bagi mereka hidup dalam lebih dari satu negara.

HUKUM MENDIRIKAN DAULAH KHILAFAH

Dari definisi di atas, jelas bahwa Daulah Khilafah adalah hanya satu untuk seluruh dunia. Karena nash-nash syara' (nushush syar'iyah) memang menunjukkan kewajiban umat islam untuk bersatu dalam satu institusi negara. Sebaliknya haram bagi mereka hidup dalam lebih dari satu negara. Kewajiban tersebut didasarkan pada nash-nash al-Quran as-Sunnah, Ijma' Shahabat dan Qiyas. Dalam al-Qur`an Allah SWT berfirman: “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai…” (Qs. Ali-’Imraan [3]: 103). Rasulullah SAW dalam masalah persatuan umat ini bersabda: “Barangsiapa mendatangi kalian --sedang urusan (kehidupan) kalian ada di bawah kepemimpinan satu orang (Imam/Khalifah)-- dan dia hendak memecah belah kesatuan kalian dan mencerai-beraikan jamaah kalian, maka bunuhlah dia!” [HR. Muslim].Rasulullah SAW bersabda: “Jika dibai’at dua orang Khalifah, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya.” [HR. Muslim]. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membai’at seorang Imam (Khalifah), lalu memberikan genggaman tangannya dan menyerahkan buah hatinya, hendaklah ia mentaatinya semaksimal mungkin.  Dan jika datang orang lain hendak mencabut kekuasaannya, penggallah leher orang itu.” [HR. Muslim]. Di samping itu, Rasulullah SAW menegaskan pula dalam perjanjian antara kaum Muhajirin-Anshar dengan Yahudi: “Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi MahaPenyayang. Surat Perjanjian ini dari Muhammad —Nabi antara orang-orang beriman dan kaum muslimin dari kalangan Quraisy dan Yatsrib --serta yang mengikut mereka dan menyusul mereka dan berjihad bersama-sama mereka-- bahwa mereka adalah ummat yang satu, di luar golongan orang lain...” (Lihat Sirah Ibnu Hisyam, Jilid II, hal. 119).

Nash-nash al-Qur`an dan as-Sunnah di atas menegaskan adanya kewajiban bersatu bagi kaum muslimin atas dasar Islam (hablullah) –bukan atas dasar kebangsaan atau ikatan palsu lainnya yang direkayasa penjajah yang kafir— di bawah satu kepemimpinan, yaitu seorang Khalifah. Dalil-dalil di atas juga menegaskan keharaman berpecah-belah, di samping menunjukkan pula jenis hukuman syar’i bagi orang yang berupaya memecah-belah umat Islam menjadi beberapa negara, yakni hukuman mati.  Selain al-Qur`an dan as-Sunnah, Ijma’ Shahabat pun menegaskan pula prinsip kesatuan umat di bawah kepemimpinan seorang Khalifah. Abu Bakar Ash Shiddiq  suatu ketika pernah berkata,”Tidak halal kaum muslimin mempunyai dua pemimpin (Imam).” Perkataan ini didengar oleh para shahabat dan tidak seorang pun dari mereka yang mengingkarinya, sehingga menjadi ijma’di kalangan mereka. Bahkan sebagian fuqoha menggunakan Qiyas ¾sumber hukum keempat¾ untuk menetapkan prinsip kesatuan umat. Imam Al Juwaini berkata,”Para ulama kami (madzhab Syafi’i) tidak membenarkan akad Imamah (Khilafah) untuk dua orang…Kalau terjadi akad Khilafah untuk dua orang, itu sama halnya dengan seorang wali yang menikahkan seorang perempuan dengan dua orang laki-laki!”  Artinya, Imam Juwaini mengqiyaskan keharaman adanya dua Imam bagi kaum muslimin dengan keharaman wali menikahkan seorang perempuan dengan dua orang lelaki yang akan menjadi suaminya. Jadi, Imam/Khalifah untuk kaum muslimin wajib hanya satu, sebagaimana wali hanya boleh menikahkan seorang perempuan dengan satu orang laki-laki, tidak boleh lebih. (Lihat Dr. Muammad Khair, wahdatul muslimin fi asy syari'ah al Islamiyah, Majalah Al Wai'e, hal 6-13 no 134 Rabiul Awal 1419 H/ Juli 1998 M). Jelaslah bahwa kesatuan umat di bawah satu khilafah adalah satu kewajiban syar'i yang tak ada keraguan lagi padanya. Karena itu tidak mengherankan bila para imam-imam madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad) bersepakat bulat bahwa kaum muslimin di seluruh dunia hanya boleh mempunyai satu khalifah saja, tidak boleh lebih."...para imam madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad)--rahimakumullah--bersepakat pula bahwa kaum muslimin di seluruh dunia pada saat yang sama tidak dibenarkan mempunyai dua imam, baik keduanya sepakat atau tidak" (Lihat Syaikh Abdurrahman Al Jaziri, Al Fiqh 'Ala Al Madzahib, Jilid IV, hal 416).

Hukum menegakkan Khilafah itu sendiri adalah wajib, tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan imam-imam madzhab dan mujtahid-mujtahid besar yang alim dan terpercaya.  Siapapun yang menelaah dalil-dalil syar’i dengan cermat dan ikhlas akan menyimpulkan bahwa menegakkan Daulah Khilafah hukumnya wajib atas seluruh kaum muslimin.

(BERSAMBUNG KE BAGIAN 2-METODE MENEGAKKAN KHILAFAH)


Posted at 02:13 pm by karunia
Comment (1)  

MUTI@R@ @CE

TERBUANG TAK BERGUNA


Saat matahari seakan-akan enggan bersinar
mengiringi langkahmu tanpa harapan,

Saat bulan bintang seakan-akan terlapis
mendung hanya untuk malammu, gelap, muram dan suram,

Saat gunung seakan-akan hanya tegak berdiri
memandang rendah tubuh kecilmu yang semakin terpuruk,

Saat ombak seakan-akan hanya datang
menerjang tanpa belas kasih untuk menelan nyali kerdilmu,

Saat daun-daun seakan-akan melambai
hanya untuk menertawakan kebodohan dan kelemahanmu,

Saat angin seakan-akan hanya bertiup kencang
untuk menampar keras dengan semua kegagalanmu,

Saat orang-orang tercinta seakan-akan pergi
dengan senyuman sinis penuh pengkhianatan
dengan membawa serta senyum, tawa dan kebahagiaanmu,

Bahkan saat sahabat dan kerabat pergi menjauh
dan hanya memandang acuh tak acuh berhias swaksangka
dan curiga akan ketulusanmu,

Itulah yang disebut TERBUANG TAK BERGUNA
dan HANYA 2 HAL yang bisa dilakukan:

Duduk terpekur di tengah malam mengenggam mutiara-mutiara
mohon ampunan atas kelalaian dan kealpaan
dan mencoba mengadu dengan bahasa yang tak harus terucapkan
hanya kepada dan untuk Dia ... ALLAH SWT

Lalu duduk bersimpuh membasuh kaki bunda dengan air penyesalan
dan mohon ampun atas ketidakbaktian

Dan esok pasti akan ada asa yang akan muncul entah dari mana...
mungkin dari tempat yang tak pernah terduga ...
Atau dibawa oleh seseorang yang tak pernah terpikirkan
atau terbayangkan untuk diharapkan dapat membawanya.


Posted at 02:11 pm by karunia
Make a comment  

KOLOM DIARY-KU

SAJAK YANG TAK PERNAH USAI

(Lanjutan dari Sajak yang tak Pernah Berakhir)

 

Saya masih inget betul malem itu…

Kira-kira satu tahun yang lalu

Satu hari yang begitu membuatku ingin menuliskannya dalam secarik kertas

Hari itu….

 

Bait-bait diary-ku serasa mengalir begitu deras

Terngiang akan sebuah kenangan masa laluku

Hari-hari yang begitu berattt kulalui

Kasih bersama orang-orang yang kusayangi

Sampai bayang semu itu tergambar JELAS di depanku

Akan sebuah beban dan tanggung jawab

Yang mesti kujalani KELAK!!!!

Ohhh..Aku benci itu....

 

Kemarahan APALAGI hari ini ?

Ataukah justru sebuah KESADARAN???

KEPASRAHAN-kah????

Kenapa hari-hari yang kulalui

Senantiasa tak lepas dari KEMARAHANKU???

Ohh..Aku benci hari ini….

Sebagaimana kutlah membenci mimpi burukku

Dalam sebuah KEALPAAN

 

Catt diary:

Hari ini....(22/04/05)

Berlalu begitu saja

Seperti biasanya, hari ini, kemaren, kemaren lusa juga lusanya lagi

Mungkin karena tak ada yang istimewa kulalui..

Hari ini...

Kuingin lepas dari semuanya ini...

 

Dan tatkala kuteringat...

Umar Al-Faruq r.a menjelang wafat beliau...

Andai aku bisa memilih

Kuingin menjadi seekor burung saja

Bisa terbang bebas-lepas kemana kusuka

Tanpa ada yang mesti kupertanggungjawabkan KELAK!!!!

Namun aku adalah manusia......

Maka apapun harus kujalani

 

Hanya satu hal yang pasti

Suatu saat nanti

KARUNIA-mu kan hadir dalam dunia MAYA-ku

Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum

Sebelum kaum itu berusaha mengubahnya”(Ar-Ra’du:11)

Kunantikan KARUNIA-mu dalam dunia MAYA-ku

pasti...KARUNIA*-ku

 

Sebuah catatan kecil 21/04/05 22:36 WIB

by: mynia_ace@yahoo.com (mayania_ace)


Catatan Kaki:

*KARUNIA

Satu nama penuh makna

Indah mendengar dalam lantunan penantian

Anggun, ”simpel, sederhana, dan TEGAS’’!

Mengukir diri dalam memori tersendiri

Tapi kutak ingin hanyut dalam mimpiku

 

Diri ini lemah sudah..

Tanpa daya dan upaya

Kuingin KARUNIA-mu hadir dalam dunia MAYA-ku


 

 

 


Posted at 01:57 pm by karunia
Make a comment  

KONSULTASI STATISTIK

ADA APA DENGAN STATISTIK?

(sebuah pengantar belajar mudah statistik)

 

PENDAHULUAN

Metode Statistika adalah Suatu metode yang meliputi pengumpulan, penyajian, analisa hingga interpretasi data. Metode ini meliputi Statistika Deskriptif dan Inferensia. Statistika deskriptif adalah menyangkut pengumpulan dan penyajian data untuk memperoleh informasi yang berguna. Sedangkan Statistika Inferensia menyangkut analisa sebagian data untuk kemudian menarik kesimpulan atas keseluruhan data. Sementara istilah Statistika itu sendiri berarti ilmu yang mempelajari metode untuk pengumpulan, penyajian, analisa serta interpretasi data. Dan istilah Statistik berarti sembarang nilai yang mencerminkan atau melambangkan ciri suatu contoh (contoh merupakan himpunan bagian dari populasi).

 

DATA

Statistika dalam prakteknya memang tidak dapat dilepaskan dari DATA yang berupa angka, baik itu dalam statistika deskriptif yang menggambarkan data maupun statistika inferensia yang melakukan analisa terhadap data. Data tidak mesti berupa angka, bisa non angka (kualitatif), kita kenal berbagai tipe data baik kualitatif (nominal dan ordinal) juga kuantitatif (interval dan rasio).

Menyebut kata ”statistik” tentu otomatis lekat dalam benak kita akan sejumlah data, atau mungkin langsung terlintas dalam pikiran kita’bejibun’data; puluhan, ratusan atau bahkan ribuan. Seperti kata dalam sebuah iklan, ”berapa banyak?”, ”ratusan....”,”lebih.....!”. Apakah memang demikian Eitttt....nanti dulu! Statistika tidak melulu sekedar berbicara tentang angka tapi lebih dari sekedar itu statistika berbicara banyak tentang bagaimana mengungkap makna yang terkandung dibalik angka itu. Orang akan bisa banyak bercerita tentang suatu hal dibalik angka-angka melalui sajian dan analisa statistika. Artikel ini membahas tentang statistik toh bisa juga tidak sedikitpun mencantumkan angka-angka khan?

 

ANALISA

Pengujian adalah prosedur perumusan kaidah yang akan membawa kita pada penerimaan atau penolakan suatu hiposesis. Sementara Hipotesis itu sendiri adalah pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih suatu populasi. Prosedur ini mungkin bagian yang terpenting dalam inferensia statistik. Karena dalam banyak hal terutama dalam kehidupan sehari-hari kita tidak hanya dituntut untuk menceritakan tentang pendugaan parameter sebuah populasi, rata-ratanya sekian, simpangan bakunya sekian atau berada dalam kisaran (selang kepercayaan) sekian sampai dengan sekian. Namun berupa perumusan segugus kaidah yang akan membawa kita pada suatu keputusan akhir menerima atau menolak suatu pernyataan, Misal sebagai seorang dokter tentunya akan diminta untuk memutuskan apakah obat yang baru diramu tersebut benar-benar lebih baik daripada yang sedang beredar di pasaran?Atau juga benarkah ada hubungan antara bobot badan seseorang dengan lama ia tidur dalam sehari?Kita harus mengumpulkan data untuk dapat meyimpulkan hal tersebut.

Memang statistika tidak lepas dari prosedur analisa. Dengan analisa atau pengujian kita bisa menarik sebuah kesimpulan, Apa makna yang terkandung dalam segugus data, sehingga kita bisa bicara dan bercerita tentang banyak hal dari data yang kita miliki. Telah kita kenal uji-t, uji-z, atau analisa-analisa lain seperti regresi (regresi linear sederhana, regresi linear berganda) dan korelasi (pearson, spearman, kendall) juga Rancangan Acak Lengkap, Rancangan Acak Kelompok, Rancangan Bujur Sangkar Latin, Rancangan Faktorial, juga Nested, belum lagi kruskall wallis, friedman, chi-square.... (awas!!!! mulai pusing nih!!!!). Janganlah terbiasa dipusingkan terlebih dahulu untuk mencari apa analisa yang tepat daripada mesti berusaha untuk mengumpulkan data-data yang tepat dan akurat berdasarkan prinsip-prinsip metode sampling. Bukankah analisa itu bergantung tujuan kita terhadap data pengamatan yang kita kumpulkan berdasarkan hipotesa-hipotesa yang telah kita rumuskan?so ini memang ibarat memilih mana yang lebih duluan antara telur dengan ayam?

 

ASUMSI

Asumsi adalah anggapan dasar terpenuhinya suatu analisa yang kita gunakan dalam pengujian. Asumsi ini menjadi syarat wajib bukan syarat perlu bagi analisa. Dalam prakteknya kita tidak dapat mengetahui secara pasti apakah asumsi-asumsi itu terpenuhi atau tidak, bahkan seringkali ada alasan untuk percaya bahwa ada anggapan tertentu yang tidak terpenuhi, padahal konsekuensinya bila tidak dipenuhinya satu atau lebih asumsi akan mempengaruhi tingkat nyatanya (level of significance) maupun tingkat kepekaan nilai F atau t hitung terhadap hipotesis sesungguhnya (hipotesis nol) daripada yang dinyatakan. Ini akan mengakibatkan peluang untuk ditolaknya hipotesis nol tersebut menjadi lebih besar.

            Dalam analisis ragam misalnya perlu kita perhatikan asumsi-asumsi yang mendasarinya seperti pengaruh perlakuan dan pengaruh lingkungan yang bersifat ADITIF, ragam yang HOMOGEN, galat saling BEBAS serta galat percobaan menyebar NORMAL. Ada orang yang males dengan statistika lantaran apa-apa asumsi mulu. Jangan sampai kita salah beranggapan tentang asumsi! Sekali lagi asumsi menjadi syarat terpenuhinya suatu analisa, bukan sebaliknya asumsi menjadi pelengkap bagi suatu analisa. Karena kebanyakan peneliti lebih mengutamakan untuk mencari analisa pengolahan yang tepat daripada harus memperhatikan asumsi yang harus dipenuhi bagi analisa tersebut.

 

AKHIR KATA

            Statistika adalah sebuah alat, tak ada bedanya dengan pisau untuk memotong, mengiris, menusuk; pena untuk mengukir kata-kata, menuliskan angan-angan kita dalam sebuah untaian kata; juga pun apa bedanya dengan peci yang bisa kita pakai untuk menutup kepala kita kala sembahyang ataupun sekedar jalan-jalan dan berfoto ria? Sudah   semestinya memang alat itu kita gunakan untuk mempermudah pekerjaan kita, bukan malah sebaliknya kita dipersulit oleh alat itu. Data-Analisa-Asumsi biasanya membuat orang untuk antipati terlebih dahulu dengan statistika, untuk lebih mengenalnya lebih dekat perlu kiranya mendefinisikannya secara jelas terlebih dahulu. Semoga tulisan singkat ini semakin menambah ’penasaran’ kita untuk mengenal lebih dekat statistika. Ingat statistic not just a number, but a meaningfull on it…alangkah efisien dan efektifnya hidup dengan berpegang pada prinsip-prinsip statistik, sebuah prinsip hidup yang simpel, sederhana namun penuh dengan ketegasan (karunia-red). Bagaimana tidak? kita bisa bercerita banyak hal tentang segugus data yang mungkin orang akan ’lieur’ melihatnya, tentu tidak semua orang bisa melakukannya, kecuali orang-orang yang akrab dengan prinsip-prinsip statistika tersebut. Maka ketika Melly G. menuliskan  lirik lagu ’Ada Apa Dengan Cinta’ atau Peterpan lewat ’Ada Apa Denganmu’-nya kita bisa mengatakan ’Ada Apa Tentang Statistik’ atau kawula muda yang gaung dengan istilah ’Katakan Dengan Cinta’, kita bisa menangkisnya dengan ’Katakan Dengan Statistik’ sehingga slogan ’Tiada Hari Tanpa Olahraga’-nya bung Max Sopacua di TVRI tempoe doeloe bisa kita ganti dengan ’Tiada Hari Tanpa Statistik’. Mungkinkah?hiks...

 

 

SEBUAH CATATAN KECIL Y3-01:53:50WIB-22/04/05


Nantikan Serial Belajar Mudah Statistika dengan tema: ‘Statistik: Simpel, Sederhana serta Lugas’ Berikutnya yang akan mengupas habis tentang DATA dengan berbagai tipe-tipenya, Memahami dengan mudah prinsip-prinsip ANALISA data dalam statistik, ASUMSI-asumsi dalam analisa ragam serta bagaimana cara menanganinya, dll

 

Statistik itu kadang konyol dan hanya teoritis belaka serta tidak sesuai dengan fakta keadaan yang nyata. Benarkah ungkapan tersebut? Mari coba kita buktikan pernyataan tersebut dengan mengikuti Kuis Berhadiah berikut ini. Petunjuk: Simak baik-baik pertanyaannya serta jawablah dengan memilih satu diantara dua option yang diberikan, tentunya disertai dengan analisa-analisa statistika yang mendukung:

1. Pilih jam yang rusak atau jam yang terlambat 1 menit setiap harinya

2. Pilih sepotong roti ataukah kebahagiaan yang abadi

 

Silahkan kirimkan jawaban anda via email ke goes_ace@yahoo.com dapatkan voucher menarik konsultasi gratis di MODERN STAT (konsultasi dan pengolahan data statistika).




Posted at 12:36 pm by karunia
Comments (10)